Jumat, 03 Juni 2016

MUSRENBANG SEBAGAI ACUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR


Muara Sabak, Infokom LCKI - Program pemerataan pembangunan tampaknya sedang digiatkan Pemkab Tanjung Jabung Timur yang katanya untuk kepentingan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak ditemukan proyek yang tidak menimbang azas manfaat dan memenuhi skala prioritas bahkan diduga tanpa melalui musrenbang.
Contohnya proyek dermaga yang berlokasi di Parit 5 Kelurahan Kampung Laut Kecamatan Kuala Jambi yang menggunakan anggaran APBD Kab. Tanjung Jabung Timur tahun 2016 sebesar Rp. 345.181.000,- dinilai minim azas manfaat. Pada tahun-tahun sebelumnya juga terdapat proyek yang ditelurkan SKPD tersebut tidak dimanfaatkan oleh warga.
Hamzah RH tokoh masyarakat Kelurahan Kampung Laut ketika dikonfirmasi mengenai proyek dermaga tersebut mengatakan bahwasanya proyek ini sangat minim azas manfaat. "untuk ape dermaga itu, aek pasang pompong nyangkut jembatan, aek surut pompong kandas", katanya. Lagi pula proyek dermaga tersebut usulannya tanpa melalui musrenbang, karena saye selalu ikut kegiatan musrenbang mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan. “entah dari mane usulannye saye pun tak tahu”, ujarnya. Padahal setiap tahun kami selalu mengusulkan jembatan parit 4 (penghubung Kelurahan Kampung Laut – Tanjung Solok) yang kondisinya semakin hari sangat memprihatinkan namun tidak pernah diperhatikan pemerintah. Karena jembatan parit 4 itu sangat vital bagi warga. Selain akses warga untuk sholat juga anak sekolah selalu melalui jalur ini, timpalnya. "entah sudah berape kali camat diganti jembatan itu tak juge dibangun", candanya.
Hal senada juga dikatakan Man Nasir tokoh masyarakat RT.01 Kelurahan Kampung Laut, “mungkin jembatan ini tunggu ada korban dulu baru dibangun pemerintah”, selorohnya.
Bupati Tanjung Jabung Timur H. Romi Hariyanto, SE menyampaikan di sela pertemuan dengan LSM, Ormas, OKP serta Media di Rumdis Bupati (Rabu, 01 Juni 2016) lalu, bahwa pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur harus melalui musrenbang, tujuannya agar tepat sasaran, memenuhi skala proritas dan bermanfaat bagi warga. Disela pertemuan tersebut beliau juga menyampaikan sangat senang bila dikritik, tapi jangan menghujat. “Kritik saya dan beri solusi tapi tolong jangan dihujat“, ujarnya. Beliau juga menegaskan “saat ini tidak ada lagi nomor satu atau nomor dua, mari sama-sama kita pantau Pembangunan Tanjung Jabung Timur”, ujarnya.
(as)